Ir. Didah Nurfarida MSi, periset Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor Menemukan kandungan antioksidan pada teh kelopak Rosella pada 2006, Jumlahnya , 1,7 mmmol/prolox, Lebih tinggi di banding Kumis kucing yang antioksidannya teruji klinis meluruhkan batu ginjal. Dengan adanya antioksidan, sel-sel radikal bebas yang merusak sel dapat dihilangkan.Di Selandia Baru, Jhon McIntosh Peneliti kandungan antioksidan . Periset dari Institut of Food Nutrition and Human Health, Massey University . 3 gram Rosella kering diencerkan dalam 100 ml air. Hasilnya rosella mengandung 51% antosianin, sedangkan antioksidannya 24%Angka-angka tersebut kemudian digunakan Yun-Ching Chang dari Institut of Biochemistry and Biotechnology, Chung Shan Medical University, Taiwan . Uji efektivitas antosianin rosella untuk penghambatan sel kanker darah atau leukemia. Ternyata pigmen alami dari rosella tak hanya menghambat pertumbuhan sel kanker HL-60, tetapi juga mematikan. Dosis yang diberkan 0 – 4 mg/ml rosella . Antosianin yang berpengaruh di beri nama delphinidin 3-sambubioside
Sumber TRUBUS edisi 447 & 455 th 2007
1 komentar:
postingan yang lain mana?
Posting Komentar