UJI KLINISDibuktikan oleh FBO Mojiminiyi periset Departemen Fisiologi. Usman Danfodio University, Sokoto, Nigeria. 72 tikus wistar jantan bobot 200-216 gr dibagi dalam 12 kelompok, tikus diinduksi zat pemicu hipertensi dan tambahan 8% garam dalam pakan, serta 50 mg oksida sintesis perkg bobot.Pemberian pemicu hipertensi itu selama 5 pekan. Kemudian satwa diberi ekstrak cair rosella dengan dosis 1 mg, 5 mg, 25 mg, dan 125 mg/kg bobot tubuh , hasilnya tekanan darah tikus yang diberi 125 gr mg/kg turun hingga 2,5 kali dibanding kelompok kontrol. Mekanisme efek anthihipertensi teh rosella ditelusuri dengan mengisolasi cincin aorta pada tikus yang menderita hipertensi spontan. Ekstrak rosella ternyata memperbaiki respon vasodilator cincin aorta.Vasolidator adalah fungsi untuk melebarkan pembuluh darah sehingga memperlancar peredaran darahHipertensi dibuktikan Abd Al-Aziz Sharaf dari Sudan Research Unit, Institute of African and Asian Studies, seperti dikutip Planta Medical Journal pada 1962, kelopak rosella bersifat hipotensif – anthihipertensi – dan antikejang pernapasan . 37 tahun kemudian , sifat anthihipertensi itu di uji secara klinis oleh M. Haji Faraji dan A.H Haji Tarkhani dari Shaheed Beheshti University of Medical Sciences and Health Services, Teheran. Sebanyak 54 pasien bertekanan darah tinggi di Tehran’s Shariati Hospital dihitung tekanan diastoliknya dan sistoliknya 15 hari sebelum dan sesudah pengujian . Pasien diberi teh seduhan 3 kuntum teh rosella , setelah 12 ari hari, nilai sistolik pasien rata-rata turun 11,2%, tekanan diastolik turun 10,7% . Namun, saat konsumsi rosella dihentikan 3 hari, tekanan sistolik meningkat 7,9%, diastolik 5,6%. Itu membuktikan rosella memang berkasiat menurunkan tekanan darah tinggiKasiat Antikolesterol diteliti oleh Vilasinee Hirunpanicha, dari Department of Pharmacology, Faculty of Pharmacy, Mahidol University, Thailand . Tikus berkolesterol tinggi . Selama 6 minggu, tikus yang dibagi menjadi 3 kelompok masing-masing diberi 1.000 mg, 500 mg rosella per kilogram bobot tubuh, dan air mineral. Hasilnya serum kolesterol menurun 22% untuk ekstrak 500 mg/kg dan 26% untuk 1.000 mg/kg bobot. Penurunan juga terjadi pada serum Trigliserida sebanyak 33% dan 28%, serta serum LDL sebanyak 22% dan 32%. Tercatat 42 pasien yang rutin mengkonsumsi ekstrak rosella dalam kapsul 500 mg, tokcer menurunkan kadar kolesterol . Mereka berusia 18–75 tahunSemula berkadar 175 – 327 mg/dl. Sebulan menyeruput seduhan teh rosella kolesterol dalam darah kembali menjadi normal. Hasil itu ditunjang Uji klinis oleh Sekolah Keperawatan Chung San Medical University. Kesimpulannya konsumsi 1 gram ekstrak kapsul rosella setiap hari selama sebulan efektif menurunkan kolesterol hingga 12%